Awaludin Zakaria Blog

Archive for July, 2007

Bus Patas Jogja

by admin on Jul.19, 2007, under Opinion

Berita dari Kedaulatan Rakyat 20 April lalu, program Bus Patas Jogja akan segera diluncurkan. Milestonenya adalah 1 Desember 2007 sudah go operasional. Program ini kayak-kayaknya akan tidak jauh berbeda dengan Trans Jakarta yang sudah berjalan sekarang. Ada halte dan shelter, ada rute khusus, ada armada baru, dan sistem ticketing dengan teknologi yang lebih canggih.

Kabarnya lagi, Bus Patas Jogja akan dioperasionalkan untuk kawasan kota Jogja, kab. Sleman, dan kab. Bantul. Apresiasi saya sebagai salah satu warga Sleman tentunya menyambut baik. Apalagi saya juga pengguna setia bus kota jalur Tempel-ps.Sleman-Jombor-Cik Di Tiro. Banyak hal yang harus diperbaiki dari mulai standar pentarifan, pelayanan, hingga keamanan penumpang selama di dalam bis. Saya pikir, project ini bisa mengatasi lagu lama itu.

Baik, kembali ke rute. Pada tahap awal, Bus Patas Jogja ini mempunyai 3 rute, dengan 6 trayek. Artinya, pada setiap rute ada 2 trayek dan arahnya berlawanan. Sayangnya, 3 rute (6 trayek) yang digagas oleh Dishub tidak mendukung rute regular saya: Tempel-Cik Di Tiro. Yang paling mendekati adalah rute 2: Terminal Jombor, Jl Magelang, Jl Diponegoro, Jl P Mangkubumi, Jl Malioboro, Jl A Yani, Jl Trikora, Jl Ibu Ruswo, Jl Brigjend Katamso, Jl Kol Sugiyono, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Ngeksigondo, Jl Gedongkuning, Jl Kusumanegara, Jl Cendana, Jl Gayam, Jl Sutomo, Jl Yos Sudarso, Jl Wahidin, Jl Sudirman, Jl Cik Di Tiro, Jl Colombo, Jl Gejayan, Jl Ringroad Utara, Monumen Yogya Kembali, Terminal Jombor.

Tetap saja rute tersebut tidak feasible dari sisi waktu, apalagi biaya. Dari terminal Jombor hingga sampai di jl. Cik Di Tiro, harus muter-muter dulu. Bisa-bisa saya telat nyampe kantor. Tentang biaya juga sama saja, mahal. Apalagi kalau saya mempunyai tiket terusan yang polanya time-based. Mtw.

Anyway, sukses buat Jogja dan project Bus Patas nya. Sebuah breakthrough nih. Saya doakan agar Alloh memudahkan semua pihak yang terlibat sehingga milestone 1 Desember 2007 bisa tercapai. Semoga ini adalah sesuatu yang baik dan memberikan manfaat bagi warga Jogja.

7 Comments more...

Skuad Merah Putih Tumbang

by admin on Jul.19, 2007, under Opinion

Tak percaya rasa-rasanya skuad Indonesia tumbang di babak penyisihan grup D piala Asia. Saya sangat percaya diri mereka bisa maju ke perempat final ketika sukses mengalahkan Bahrain di laga pertama grup. Tapi ketidakberuntungan terjadi ketika laga kedua melawan Arab Saudi. Kesal juga, jelas-jelas wasit berpihak pada Arab Saudi. Ya iyalah, Arab Saudi dan UAE kan fren, alias deket, alias sama2 Arab-nya. Bisa jadi bila wasit UAE itu fair maka hasil pertandingan akan lebih baik, entah seri atau bahkan menang. Saya mendukung protes PSSI ke AFC dengan menarik perwakilan Indonesia di AFC karena ulah wasit. Malah harusnya Indonesia memutus saja hubungan diplomatik dengan UAE.

Menyebalkan!

Leave a Comment more...

Project Life Cycle

by admin on Jul.17, 2007, under Project Management

Saya mendapatkan gambar yang indah ini dari method123.com. Project life cycle. satu gambar, tapi mengandung banyak arti, dan siapa sangka banyak kisah sukses dan kisah kegagalan eksekusi project yang bisa diceritakan dari sana.

Beatiful, isn’t it?

1 Comment more...

HYIP

by admin on Jul.17, 2007, under Opinion, Valas

High Yield Investment Program. Dulu saya sangat tertarik dengan program ini. Waktu itu Agustus 2006. Secara umum, HYIP menawarkan sebuah model investasi dengan jangka pengembalian yang relatif singkat. Semacam passive income lah, dimana Anda tidak perlu bersusah payah untuk bekerja, dan dalam durasi tertentu uang (e-gold) Anda akan berlipat. Itulah yang dijanjikan oleh HYIP ini.

Semacam menyenangkan memang, tapi jangan dulu terlena. Sepanjang 2 bulan saya mencobanya, lebih banyak ruginya ketimbang sebaliknya. Tidak banyak memang lost nya (< $50). Tidak semua program HYIP itu baik, at least itu yang dikatakan di situs-situs HYIP-Monitor. Tapi saya pribadi menilai bahwa HYIP tidak lebih dari sebuah usaha penipuan dan merugikan.

Investasi pertama dan kedua bisa jadi sukses. Anda semakin tergoda untuk menginvestasikan lebih banyak lagi, dan biasanya yang terjadi adalah uang Anda tidak akan kembali.

Cara termudah untuk menebak sebuah situs HYIP yang baik, salah satunya adalah dengan melihat data perusahaan investasi di balik program tersebut. Cek saja nomor telponnya, apakah disebutkan tentang kode negara dan area nya. Bila tidak, situs HYIP itu scam. Stay out of them!

Kita bisa amati bahwa selalu saja muncul HYIP-HYIP baru meski sudah sangat banyak dari mereka yang jelas-jelas melakukan penipuan dan mendapat label merah dari HYIP-Monitor. Kenapa? Karena, pun kalau mereka memang berniat menipu, toh kita tidak akan dapat melacak keberadaan program tersebut. Email palsu, address palsu, dan nomor telepon palsu. Argh.

Jika kita menginginkan kesejahteraan, maka tidak ada jalan pintas. Anda harus bekerja keras untuk mendapatkannya, dan jelas-jelas HYIP adalah jalan pintas dan tidak pantas untuk dipilih. Manfaatkan e-gold Anda untuk hal yang lebih baik.

5 Comments more...

Memberi lebih mulia daripada meminta (Renungan)

by admin on Jul.02, 2007, under Article, Islam

Rasulullah SAW, bersabda :
“Tidak ada mata pencaharian yang lebih baik daripada yang diperoleh dengan tangannnya sendiri, sehingga apa saja yang digunakan untuk dirinya sendiri, untuk anaknya dan untuk pelayannya, baginya merupakan sedekah..” (HR.Ibnu Majah dari Miqdam bin Ma’dikariba)

“Sungguh lebih baik bagi seseorang membawa seikat kayu bakar dipunggungnya (lalu menjualnya) daripada meminta-minta kepada orang lain yang mungkin akan memberinya atau menolaknya.” (HR.Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai)

Anar r.a. meriwayatkan bahwa seorang Anshar pernah datang kehadapan Rasulullah SAW dan meminta sesuatu (mengemis),
Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apakah di rumahmu benar-benar tidak ada apapun?”
Ia menjawab, “Ya Rasulullah, di rumah hanya ada kantong kain terpal, satu bagian saya pakai, satu bagian lagi saya bentangkan untuk istirahat tidur dan sebuah gelas yang saya pakai untuk minum.”
Rasulullah SAW bersabda, “Bawalah kedua barang itu kepadaku.”

Orang Anshar itupun membawanya kehadapan Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW mengambil barang itu dan mengumumkannya, “Siapa yang akan membeli barang-barang ini dariku?”
Seseorang menjawab, “Aku akan membeli keduanya seharga satu dirham.”
Rasulullah SAW bertanya (menawarkan) beberapa kali, “Siapa yang mau membeli dengan harga yang lebih tinggi?”
Akhirnya seseorang berkata, “Aku akan membelinya seharga dua dirham.”
Kemudian Rasulullah SAW menjual barang-barang tersebut kepadanya dan memberikannya dua dirham itu kepada orang Anshar tadi serta bersabda, “Belilah makanan dengan satu dirham dan beri makanlah keluargamu. Satu dirham lainnya belikanlah kapak dan bawalah kapak itu kepadaku.”

Orang Anshar itu kemudian membeli kapak dan membawanya kapak itu kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian mengambil kapak itu dengan tangannya yang penuh berkah memasangkan pegangan (tangkai) pada kapak itu lalu menyerahkan kepada orang itu seraya bersabda, “Pergilah, potonglah kayu dan juallah. Jangan datang kepadaku sebelum lima belas hari.”

Orang itu melakukan apa yang diperintahkan dan datang lagi setelah lima belas hari dengan membawa uang sepuluh dirham. Dengan uang itu ia membeli pakaian dan makanan. Rasulullah SAW bersabda, “Ini lebih baik bagimu daripada engkau muncul pada hari Kiamat dengan tanda di wajahmu yang menunjukkan bahwa engkau adalah seorang pengemis.”

Hadits tersebut maksudnya adalah, seseorang jangan menjadi beban orang lain dengan jalan meminta-minta, kecuali dalam keadaan sangat terpaksa yang diatur oleh syariat. Pekerjaan kasar janganlah dipandang rendah dan memalukan. Karena itulah dalam hadits ditekankan agar kita tidak memandang rendah terhadap suatu pekerjaan yang halal, sehingga dengan bekerja kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita dan kebutuhan hidup orang-orang yang berada dibawah tanggungan kita, juga kita dapat bersedekah.

Sumber : “Keutamaan Mencari Nafkah Menurut Cara Rasulullah” Penulis : Maulana Muhammad Zakariyya al Kandhalawi, halaman 23-24, Pustaka Ramadhan, Mei 2004

Leave a Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...