Puisi tentang Bu Guru
by admin on Jul.19, 2006, under General
Seorang murid istri saya namanya Nurul, menuliskan puisi ini ketika di dalam kelas:
Di pagi hari yang seharusnya bersantai
Engkau masuk sekolah dan mengajar..Di siang hari yang seharusnya untuk istirahat
Engkau masih ada di sekolah..Ohh..betapa besar jasamu
Tak sebanding dengan gajimu
Silakan define arti Anda sendiri tentang ‘menyentuh’ tadi itu.
Saya dan istri saya meluangkan beberapa saat untuk ngobrol ringan, kok bisa2nya yo Nurul menulis itu. Tidak lama sih ngbrolnya, karena kami harus bangun pagi2 seperti biasanya. Kami baru tidur jam 24.00 dan baru bangun jam 05.00. (telat setengah jam dari kesepakatan bersama)
Sekolahnya memang tergolong “unik” (alias muahal!). Murid2-nya pun gak mau kalah. Dita, seorang murid kelas 4 (baru saja naik kelas 5), tidak pernah percaya bahwa Bu Astri sudah menikah. Alih2 percaya dengan pembenaran dari guru2 baru (yang ada di TKP waktu itu), Dita malah balik menuduh semuanya telah bersepakat (konspirasi) untuk melakukan kebohongan demi membantu Bu Astri. Saya kaget lho pas diceritani itu! Konspirasi?! Ini pasti pengaruh dari tontonan sinetron2 remaja di TV. Kacau. Ha4x.
Saya terhibur dengan cerita-cerita unik dari murid2 istri saya ini. Haha. Hm.. somehow, mungkin dunia anak memang mengagumkan ya.
July 21st, 2006 on 8:26 am
wah mas awal, senangnya yang punya istri guru
November 11th, 2008 on 10:01 am
Guru merupakan pahlawan Tanda Jasa. kata itu sangat bermakna dan begitu luas artinya bagi kita. Seseorang tidak akan mendapat kedudukan yang lebih tinggi tanpa memperoleh penbgetahuan dari sang GURU. Semoga guru dimasa yang akan datang bisa lebih sejahtera lagi.
PENGABDIANKU
Kapur putih mesti berhamburan dimukamu
Mengatakan ini sarapan untukmu tuan
Suaramu parau bagai membelah langit biru
Tetapi wajah sayup tetap terpencar
Walau petang telah menghadang.
Terik siang bersama keringat
Seperti teman sehari.
Hujan deras mesti di belah
Memperjuangkan anak bangsa-Ku
Engkau bekerja tanpa upah
Engkau berjalan didepan jurang
Membukakan jalan dirumput belantara
Menyebarkan ilmu kepada kaum awam.
Kadang matahari tertawa ria,
Untuk apa kau berletih tuan?
Korupsi kian berjalan… berjalan dan berjalan
Tanpa terhenti!
Guruku jangan engkau menjawab
Negeriku engkau ubahkan
Hingga hayatmu selamanya
Perjuangan-Mu kukenang sebagai: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Yonnif Daeli.
Mahasiswa IKIP Gunungsitoli
Jurusan: Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Bagi kawan-kawan yang mau bergabung dapat menghubungi saya dengan alamat:
yonnid@yahoo.com
November 20th, 2008 on 3:59 pm
PuIsi INi cOcOk BwT gUrU……….
April 19th, 2009 on 8:28 pm
makasih bnyk atas puisinya
May 16th, 2009 on 6:18 pm
kalo puisi yang bikin anak tk, yang polos2 gitu juga dunk. lagi nyari nich!
July 25th, 2009 on 10:52 pm
huaa simpel, tp baguss.. salut krn dibikin anak kls 2 sd.
October 28th, 2009 on 7:54 pm
wuah..lumayan nie buat tgs aq….
Tq y…